Apa dan Siapa itu Kerukunan Wargi Puncak (KWP)



Perjalanan dan Sepak Terjang Kerukunan Wargi Puncak (KWP): Penjaga Kelestarian Alam Puncak

Kerukunan Wargi Puncak (KWP) adalah sebuah komunitas yang lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kerusakan lingkungan di kawasan Puncak, Bogor. Berdiri pada tahun 2023, KWP awalnya merupakan wadah diskusi warga lokal yang prihatin terhadap maraknya alih fungsi lahan perkebunan teh menjadi kawasan komersial. Seiring waktu, komunitas ini berkembang menjadi gerakan kolektif yang mengedepankan perlindungan lingkungan dan konservasi kawasan Puncak sebagai daerah resapan air serta paru-paru hijau bagi Jabodetabek. KWP beranggotakan individu-individu dengan idealisme tinggi yang memiliki visi untuk mempertahankan kearifan lokal dan melestarikan kawasan Puncak.


Awal Mula Berdirinya KWP

Pada awal pembentukannya, KWP terdiri dari segelintir warga yang merasa bahwa pembangunan di Puncak tidak lagi memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Diskusi kecil yang dilakukan di warung kopi atau melalui grup WhatsApp berkembang menjadi aksi nyata. Mereka memulai kampanye penyadaran masyarakat dengan memasang spanduk, melakukan advokasi terhadap pedagang saat terjadi penertiban, serta memperjuangkan hak relokasi yang layak.



KWP juga aktif berdialog dengan berbagai pihak, termasuk pihak pemangku kebijakan. Bahkan, mereka berdialog langsung dengan DPR RI untuk menyuarakan pentingnya perhatian terhadap kondisi alam Puncak yang kritis akibat praktik alih fungsi lahan oleh PTPN 8. Pembentukan KWP pada hari Minggu, tanggal 29 Oktober 2023 pukul 13.00 WIB ditandai dengan konferensi pers pertama yang diadakan di Puncak Bogor, membahas perjuangan atas alih fungsi lahan kebun teh. Sekaligus pertama kalinya adanya gelaran pressconference yang dilakukan oleh suatu perkumpulan/pergerakan yang ada di puncak, dimana pada kenyataanya hal demikian itu (pressconference terbuka-red) belum pernah dilakukan oleh organisasi/perkumpulan sejenisnya, 



KWP sering menyuarakan protes melalui spanduk yang menentang segala bentuk intervensi yang berpotensi merusak alam di Puncak Bogor. Dalam perjalanannya, komunitas ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk minimnya dukungan dari pihak-pihak berkepentingan ekonomi. Namun, semangat mereka tetap teguh dengan menjalin kerja sama bersama paguyuban, organisasi, dan lembaga pemerhati lingkungan seperti WALHI. KWP juga menjadi rujukan bagi warga terkait keberlanjutan kawasan Puncak, khususnya para pedagang dan masyarakat yang terancam relokasi, seperti di Kampung Naringgul.


Sepak Terjang KWP dalam Menjaga Puncak

Sejak berdiri, KWP telah meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk aksi protes damai terhadap rencana alih fungsi lahan. Salah satu aksi monumental terjadi pada tahun 2023, ketika KWP memperjuangkan agar pemerintah mengutamakan solusi relokasi yang layak sebelum melakukan penertiban. KWP juga menjadi fasilitator perjuangan masyarakat Kampung Naringgul, memastikan mereka tidak digusur tanpa solusi yang jelas.


Pada Januari 2024, KWP kembali menjadi sorotan setelah mereka memasang spanduk besar di sepanjang Jalan Raya Puncak sebagai bentuk protes terhadap alih fungsi lahan perkebunan teh. Dalam aksi ini, mereka menolak rencana pengembangan komersial oleh pihak tertentu yang dianggap mengancam kelestarian lingkungan Puncak.


Misi dan Visi ke Depan

KWP tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga memiliki visi memperkuat kesadaran sosial masyarakat Puncak. Mereka menggalang pendidikan lingkungan melalui pendekatan masyarakat dan mengajak generasi muda untuk turut menjaga kekayaan alam wilayah tersebut. Kampanye demi kampanye diangkat melalui media sosial, dengan anggota KWP melakukan pengamatan serta aksi kecil terkait lingkungan di wilayah masing-masing.


KWP juga aktif dalam diskusi-diskusi terkait masalah Puncak, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Salah satu diskusi terakhir dilakukan bersama Penjabat (Pj.) Bupati Kabupaten Bogor, yang membahas perizinan berdampak langsung pada perubahan lingkungan di Puncak. Selain itu, KWP hadir dalam berbagai forum yang melibatkan pemangku kebijakan untuk memperjuangkan hak-hak warga lokal, terutama dalam hal prioritas keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.


Komitmen KWP terhadap Lingkungan dan Sosial  

Kerukunan Wargi Puncak (KWP) tetap menjadikan pelestarian lingkungan sebagai prioritas utama. Dengan semangat kolektif, KWP terus melakukan berbagai langkah konkret untuk melindungi kawasan Puncak dari ancaman kerusakan, seperti alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Namun, KWP juga menyadari bahwa persoalan lingkungan kerap berkaitan erat dengan isu sosial yang berdampak pada masyarakat lokal. Oleh karena itu, selain menjaga kelestarian alam, KWP mulai membuka ruang lebih luas untuk berkontribusi dalam gerakan sosial, seperti memperjuangkan hak-hak warga terdampak kebijakan yang tidak berpihak pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.  


Kedepannya, KWP tidak hanya terbatas pada gerakan lingkungan, tetapi juga berperan sebagai sosial kontrol yang strategis atas kebijakan pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. KWP akan terus mengawal proses pengambilan keputusan, khususnya yang berpotensi memengaruhi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal. Dalam perannya ini, KWP ingin mendorong para pemimpin lokal agar lebih berhati-hati dan transparan dalam pemberian perizinan serta menyusun kebijakan yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Pendekatan ini dilakukan dengan tetap menjunjung nilai-nilai dialogis dan kemitraan.  


Keterlibatan KWP sebagai pengawas kebijakan bertujuan untuk memastikan sinergi antara upaya pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menjadi penggerak dalam gerakan lingkungan sekaligus pengawas sosial, KWP berharap bisa menjadi inspirasi bagi para pemimpin lokal untuk mengambil keputusan yang bijak. Langkah ini sekaligus mengukuhkan KWP sebagai elemen penting dalam menjaga harmoni antara manusia, kebijakan, dan alam di kawasan Puncak.


Kesimpulan

Kerukunan Wargi Puncak (KWP) adalah komunitas yang didirikan pada tahun 2023 dengan tujuan utama untuk melestarikan lingkungan Puncak, Bogor, melalui perlindungan kawasan resapan air dan paru-paru hijau. KWP berawal dari diskusi warga lokal yang prihatin terhadap alih fungsi lahan perkebunan teh menjadi kawasan komersial. Seiring waktu, komunitas ini berkembang menjadi gerakan kolektif yang aktif dalam kampanye lingkungan, advokasi terhadap masyarakat terdampak kebijakan, serta berperan sebagai sosial kontrol terhadap kebijakan pemerintah yang berpotensi merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat. (red.portalcisarua).


      











Post a Comment

Mohon berkomentar yang tidak menyinggung SARA. Mari bangun komentar yang konstruktif

Lebih baru Lebih lama